08 September 2006
Berbisnis di Bulan Puasa
Para pembaca dan peminat Kolom Ayo Berwirausaha yth., Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan atau juga dikenal dengan bulan puasa. Ini adalah bulan saat banyak sekali peluang untuk mendapatkan rahmat Allah SWT, bahkan berlipat-lipat dibanding bulan biasa.
Peluangnya bukan saja dari segi spiritual. Peluang bisnisnya pun banyak. Apa saja peluang bisnis ang ada? Saya akan beri beberapa contoh. Tentu kalau nda mempunyai ide bisnis yang pas untuk bulan ini boleh juga dicoba.
Bisnis yang paling bagus tentu bisnis yang dibutuhan pasar/pelanggan. Nah, apa saja kebutuhan orang saat di bulan puasa? Kalau diidentifikasi maka akan muncul sederet kebutuhan itu. Antara lain, makanan dan minuman untuk berbuka atau bahkan bersantap sahur. Agar lebih bersemangat dan khusyuk barangkali dibutuhkan juga pakaian ibadah/Muslim yang baru dan bersih. Juga buku-buku bacaan tentang keislaman, dan di penghujung bulan kebutuhan mengirim kartu lebaran dan parsel tentu juga ada. Ada lagi? Silakan dicari sendiri.
Bisnis makanan dan minuman untuk berbuka puasa pasti akan marak. Siapa yang tidak butuh itu? Karena selain banyak pilihan juga praktis. Orang rumah tidak perlu repot membuatnya. Apa saja? Kolak pisang atau kolak ubi dan pacar cina serta berjenis-jenis kolak lainnya merupakan makanan pembuka puasa paling favorit. Di sisi minuman, es kelapa dan es timun suri/labu air adalah minuman yang paling dicari. Tinggal bagaimana dan di mana menjualnya.
Pada puasa lalu umumnya penjualannya dikemas dalam bungkus plastik. Memang praktis untuk disantap di rumah setelah dipindahkan ke sebuah mangkuk. Tetapi, bagaimana dengan pembeli yang ingin menyantap langsung di kendaraan atau di jalan karena tidak bakal tepat waktu sampai di rumah? Untuk hal ini maka kemasan plastik berbentuk gelas dan disertai sendok plastik akan lebih tepat.
Jadi, jika dipasarkan di sekeliling tempat tinggal, kemasan plastik saja sudah cukup apalagi kadang pembeli membawa mangkuk sendiri. Namun, jika kita ingin pemasaran lebih luas lagi, seperti di pinggir jalan dengan target orang yang berkendaraan, maka kemasan gelas plastik dan sendok plastik menjadi pilihan pembeli karena kepraktisannya. Tentu harga makanan dan minimun ini akan menjadi sedikit lebih mahal akibat harga kemasan tadi. Tapi tak mengapa, orang toh butuh kepraktisan dan tidak repot mencari tempat dan sendok lagi. Jangan, lupa pasang label harga besar-besar agar dari jauh mereka dapat melihat jelas dan menyiapkan uangnya.
Peluang bisnis berikutnya adalah pakaian ibadah. Selain untuk menyiapkan diri untuk hari Idul Fitri, persiapan beribadah di bulan puasa juga tidak kalah pentingnya. Keinginan untuk beribadah lebih baik, juga direfleksikan dengan pakaian Muslim yang baru dan lebih dari satu. Mengapa? Setidaknya setiap malam perlu shalat tarawih. Apalagi jika ada pelanggan yang memiliki kebiasaan shalat tarawih berkeliling ke masjid yang berbeda-beda, maka pakaian pun perlu diganti setiap hari atau maksimal tiga hari sekali.
Kopiah. kerudung, mukena, dan sajadah merupakan perlengkapan ibadah yang banyak dicari. Cara menjualnya? Anda dapat langsung menggelar dagangan di rumah atau di tempat-tempat ibadah, atau dengan penjualan ke rekan-rekan kantor, handai tolan, orang per orang.
Buku-buku mengenai keislaman, Al Quran dan Hadist juga umumnya akan ramai terjual di bulan puasa. Semua orang butuh mendalami agamanya. Buku tentang puasa, amal saleh, pertobatan, permohonan ampun, kumpulan doa, akan banyak diminati. Cara menjualnya juga kira-kira hampir sama dengan penjualan pakaian ibadah. Akan lebih bagus lagi jika dijual dalam bentuk paket-paket buku. Atau, bahkan dapat digabung dengan penjualan pakaian ibadah.
Jadi, jika membeli seperangkat pakaian lengkap juga akan disertai buku-buku tersebut. Lebih mahal memang, tetapi tentu saya akan senang jika membeli seperangkat pakaian dengan sarung dan kopiah juga disertai buku petunjuk puasa dan bagaimana beribadah lebih bermakna misalnya.
Jika Anda ingin memulai bisnis percetakan atau sablon, mungkin bulan puasa saat yang tepat untuk uji coba. Kini sebagian orang ingin mengirim dan memiliki kartu lebaran yang lebih berarti pribadi dengan mencetak nama dan alamatnya sendiri. Misal, nama Yusuf dan keluarga dicetak pada amplop dan kartu lebarannya. Ini merupakan peluang yang baik.
Cari calon-calon pelanggan potensial dimulai dari lingkungan Anda sendiri, dekat rumah, atau rekan-rekan dan atasan tempat Anda bekerja. Siapkan beberapa desain yang menarik sehingga mereka dapat memilih salah satu desain. Anda toh nanti tinggal menyablon/mencetak nama dan alamatnya saja.
Bisnis terakhir yang kita bahas adalah bisnis parsel, bisnis yang selalu ada di setiap hari Idul Fitri. Kunci dari bisnis ini adalah mendapatkan sumber barang-barang yang akan ditata dalam parsel dengan harga murah, kreativitas desain parsel, dan tentu saja calon pembeli yang potensial. Pembeli tidak harus perorangan, perusahaan pun kadang perlu mengirim parsel. Dan, kalau perusahaan yang memesan tentu jumlah pesanannya cukup lumayan.
Nah, bagaimana? Berminat pada bisnis-bisnis di atas? Mulailah bersiap-siap dari sekarang. Keuntungan dari bulan puasa, selain keuntungan dari aktivitas berbisnis, Insya Allah kita mendapat bonus tambahan karena ikut membantu orang yang berpuasa. Besar lho pahalanya!
* Setiap pertanyaan atau surat harus disertai dengan alamat (e-mail) lengkap.Terima kasih. (Redaksi).
Diasuh oleh Ir Sri Bramantoro Abdinagoro, MM (konsultan)
TITIAN consulting + learning
e-mail: wirausaha@republika.co.id
faksimile: 021-7983623
alamat surat:Ayo Berwirausaha, Suplemen Probis, HU Republika, Jl Warung Buncit Raya No 37, Jakarta 12510
09:57 Posted in Enterpreuner | Permalink | Comments (0) | Email this



The comments are closed.